Berbagi Ilmu

For MS and MD

Bismillah…

Sebenarnya banyak banget hal yang ingin saya tuliskan sejak sebulan lalu. Tentang kegiatan sekolah bareng anak-anak kelas 9, tentang kegiatan perpisahan, tentang ujian TOEFL saya di sekolah TOEFL, termasuk hasil UN siswa/i saya daaa..nnn tentang kesibukan tambahan yang diamanahkan Allah ke saya beberapa pekan ini. Tapi entah, tidak satupun dari semuanya menggebukan niat saya untu mengurainya menjadi sebuah tulisan. Saya justru lebih tertarik untuk menulis tema yang sama lagi.

Badminton.

Yaaahh… , blog ini memang bukan blog olahraga. Tapi, menurut saya, kenapa saya harus menuliskannya? satu, karena saya suka. Dua, karena review ini bisa jadi berguna. Dan terakhir, tentu karena pikiran saya lebih terbuka jika menuliskan tentang apa yang saya suka, apa yang menyemangati saya dan karena saya punya pendapat yang nggak bisa kalau hanya dipendam saja di pikiran saya.

Oke, sesuai judul, saya akan bahas khusus tentang dua sektor saja di tulisan ini. Saya ingin melupakan kegagalan di Indonesia Open dan Piala Thomas Uber 2016. Karena, apa yang sudah berlalu hanya bisa diambil pelajaran saja, tidak bisa diubah bagaimanapun caranya. Karenanya, saya fokus pada apa-apa yang mungkin bisa menjadi evaluasi untuk persiapan Olimpiade.

#Pertama, Sektor MS atau tunggal putra

Indonesia memiliki cukup banyak pemain tunggal putra yang bisa dikatakan masuk dalam kategori kelas menengah di urutan rangking MS dunia. Saat ini, yang cukup aktif bermain dan terlihat perkembangannya adalah Tommy Sugiarto dan F3 (Ihsan Maulana Mustofa, Jonathan Christie dan Anthony Ginting). Tanpa bermaksud mengesampingkan Sony Dwi Kuncoro dan Simon Santoso, saya melihat keempat pemain itu yang lebih utama untuk dievaluasi.

Pertama, Tommy. Menurut saya, kelemahan Tommy yang terbesar justru bukan di segi skill ataupu  teknik bermain. Kelemahannya adalah, Tommy sangat mudah terintimidasi dan terprovokasi. Jika lawan sangat percaya diri, maka bisa dipastikan kalau Tommy akan tertekan dan sulit berkembang saat bermain. Selain itu, ia pun juga mudah sekali menyerah. Jika tertinggal jauh, dia sulit untuk bangkit. Dia juga terlihat mudah panik jika strateginya tidak berjalan atau justru gagal. Sering sekali saya melihat Tommy saat bermain sangat emosional, sering melakukan kesalahan sendiri dan mudah tertekan. Nah, jika sudah begini, menurut saya, Tommy harus lebih fokus pada perbaikan mental dan personalitas nya. Mungkin ia harus mulai mencari pelatih psikologis atau mungkin seorang psikolog untuk membantunya mengatasi problem ini.

Kedua, F3. Langsung sekaligus, karena saat ini mereka sedang berkembang secara bersamaan. Untuk Ihsan, dari segi teknik menurut saya, Ihsan cenderung monoton. Pukulannya lengkap, tapi pergerakannya lambat. Smash nya juga pelan. Ihsan juga gampang terintimidasi dan terprovokasi, tapi dia juga mudah disemangati. Kelebihannya, Ihsan itu sabar saat bermain dan sangat berhati-hati. Ia seperti bermain sambil mempelajari bagaimana lawannya bermain. Nah, yang menjadi bumerang adalah, pertahanan dan pergerakannya. Pertahanan Ihsan kurang rapat dan pergerakannya juga lambat. Coba Ihsan latihan sparing sama kevin gideon. Belajar bertahan dengan menerima smash smash yang keras. Kalau pergerakan, mungkin pelatih lebih tahu, karena Ihsan tipenya mirip LCW. Mungkin bisa ikut seperti strategi LCW saat bermain.

Lalu, untuk Jojo. Masalah Jojo ini menurut saya adalah fisik dan konsentrasi. Kadang di poin kritis, Jojo ini suka melakukan kesalahan sendiri. Dia juga sering menurun ketepatan pukulannya karena faktor fisik. Tapi smash nya bagus, pukulannya juga bagus. Perbanyak berlatih dan cari pengalaman, insyaAllah bisa. Dan satu lagi, belajar untuk menunjukkan kepercayaan diri sehingga lawan tidak memandang remeh

Untuk Ginting, meskipun ini tidak adil, tapi saya akui, saya suka sekali gaya bermainnya. Saya suka saat dia bilang kalau dia ingin menikmati pertandingan. Dia bermain selalu tenang. Paniknya hanya sesekali. Dia selalu berhasil mengejar ketinggalan, walaupun sudah sangat jauh. Netting nya bagus sekali. Dia juga punya variasi pukulan yang ciamik, smash nya keras dan pertahanannya juga cukup bagus. Masalahnya…. stamina!!

F3 masih baru berkembang. Belum sering ke final, sehingga belum merasakan lelahnya main 6-7 hari berturut-turut. Jadi, pelatih harus fokus meningkatkan stamina mereka bertiga. Itu yang utama saat ini, menurut saya

#Kedua, Sektor Ganda Putra

Nah, untuk ganda, saya nggak mau bahas satu persatu, karena saya punya sebuah konsep yang bisa diterapkan untuk semuanya.

Jadi, ganda putra Indonesia itu banyak dan bagus-bagus, tapi kenapa belakangan sering kalah?

Menurut saya, faktor yang menyebabkan kekalahan itu adalah permainan yang monoton dan mudah ditebak serta kesalahan sendiri karena kurang fokus dan tenang.

Kenapa LYD/YYS konsisten? seperti yang pernah saya katakan sebelumnya, karena mereka tidak monoton dengan satu tipe permainan.

Jadi, jika ingin menang di sektor MD, ada 2 pilihan.

  1. Belajar untuk bermain dengan berbagai variasi teknik, menyesuaikan lawan. Tidak harus selalu begitu. Contoh LYD/YYS sehingga lawan masih akan menerka-nerka gaya bermainnya dan juga bisa menyesuaikan tipe lawannya. Jika dia jago smash, ya ajak dia rally dan main drive saja
  2. Atau belajar bermain tanpa teknik, seperti Gideon/Kevin, sehingga lawan sulit menebak

Nah, menurut saya, Angrick, Ahend dan yg lain cocok dengan poin 1. Jika itu diterapkan dan error saat bermain dikurangi, insyaAllah berjaya lagi

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s