Pikiran dan Perasaan

Ciri-Ciri Orang Munafik Dalam Al Qur’an, dibawakan oleh Ustadzah Rosikho, Lc

Alhamdulillah, setelah sekian lama, Allah menakdirkan kami untuk berjumpa kembali dengan Ustadzah Rosikho, Lc di Tana Paser. Atas izin Allah pula, beliau akhirnya bisa berkunjung ke Rumah Qur’an Raudhatul Qalbu. Sebuah kunjungan yang berujung kajian. Karena rasanya tidak pernah habis ilmu yang ingin kami serap dari beliau. Karenanya, mumpung ada beliau, todongan kajian adalah permintaan yang utama, 🙂

Surah Al Munafiqun ayat 5 – 11 membuka kajian di Rumah Qur’an sore itu. Ustadzah memaparkan, bahwa di Al Qur’an, ada Surah Al Kafirun dan Al Munafiqun. Mengapa ada surah Al Munafiqun? Sebab munafik adalah sebuah penyakit personal yang dapat merusak, bukan hanya bagi dirinya, tetapi juga bagi ukhuwah, agama bahkan kehidupan. Di dalam Al Qur’an, kata munafik disebut sebanyak 20 kali. Pertanda bahwa sifat ini sungguh perlu untuk dihindari oleh seorang muslim.

Ada beberapa ciri orang munafik dalam Al-Qur’an. Ustadzah Rosikho memulainya dari surah An-Nissa ayat 142

“Sesungguhnya orang munafik itu hendak menipu Allah, tetapi Allah-lah yang menipu mereka. Apabila mereka berdiri untuk sholat, mereka lakukan dengan malas. Mereka bermaksud riya'(ingin dipuji) di hadapan manusia. Dan mereka tidak mengingat Allah kecuali sedikit sekali”

Dari ayat tersebut, dituliskan ciri-cirinya adalah

  1. Apabila mereka berdiri untuk sholat, mereka lakukan dengan malas. Padahal, sholat adalah amalan yang dihisab pertama kali. Jika sholatnya baik, maka amalan yang lain tidak akan lagi dihisab. Tetapi, jika sholatnya buruk, maka amal sedekah, haji, puasa dan yang lainnya juga akan dihisab. Pada bagian ini, Ustadzah Rosikho juga menyampaikan, sebelum kita jauh-jauh mencari-cari solusi terhadap masalah hidup kita, perhatikanlah dulu bagaimana sholat kita. Beliau juga menjelaskan tentang betapa utamanya sholat wustha, yaitu sholat ashar dan juga sholat subuh. Generasi yang baik, kata beliau, dibangun dari subuhnya. Karenanya sebaiknya, jika seseorang lalai dalam sholat subuhnya, ia harus menghukum dirinya. Bisa dengan menambah jumlah tilawahnya atau menambah ibadah lain yang dibolehkan. Tidak dengan menghukum diri pada hal-hal yang tidak diperbolehkan. Dalam Al Qur’an surah Al Isra ayat 78 juga ditegaskan tentang betapa utamanya sholat subuh ini. ” Laksanakanlah sholat sejak matahari tergelincir sampai gelapnya malam dan (laksanakanlah pula sholat ) shubuh. Sungguh, sholat shubuh itu disaksikan (oleh malaikat)” (QS 17 : 78)
  2. Ketika melaksanakan sholat, ingin dilihat orang. Sholatnya akan lebih khusyuk jika dihadapan orang banyak
  3. Tidak mengingat Allah, kecuali sedikit saja.
  4. Bersedekah hanya saat lapang saja. Penjelasan tentang hal ini tercantum dalam surah Al Munafiqun ayat 10. Disana dikatakan bahwa jika Allah berkenan menunda kematian orang-orang munafik itu, mereka mengatakan bahwa mereka akan bersedekah. Kenapa sedekah? Sebab, sedekah memiliki banyak keutamaan. Banyak bersedekah, akan menghalangi seseorang meninggal dalam keadaan su’ul khatimah dan juga dapat menghalangi seseorang dari murka Allah. Dan sedekah yang dilihat Allah bukanlah sedekah yang paling banyak, melainkan sedekah yang paling ikhlas dan sedekah yang dilakukan ketika sempit.
  5. Tidak mau berkontribusi dalam permasalahan ummat.

    Ciri selanjutnya adalah ciri-ciri orang munafik yang tercantum di dalam hadits

  6. Jika berkata, suka berbohong
  7. Jika berjanji, suka mengingkari
  8. Jika dipercaya, ia berkhianat
  9. Dan yang terakhir adalah dia akan bersekongkol untuk kemunafikan. Ia akan mengajak orang lain untuk mengikutinya, dan inilah yang paling berbahaya. Seperti kisah seorang Abdullah bin Ubay pada saat perang Uhud. Ia adalah seorang Yahudi yang telah bersyahadat, namun, ketika perang, ia berhasil menghasut 300 orang dari 1000 orang pasukan untuk berbalik (tidak mengikuti perang). Sungguh dahsyatnya pengaruh satu orang yang munafik. Lalu, bagaimana jika lebih dari satu?

Nauzubillahimindzalik. Mari kita sama-sama berdoa, semoga kita dijauhkan dari sifat kemunafikan ini dan semoga Allah mematikan kita dalam keadaan Khusnul Khotimah.

Dari situs muslim.or.id, kami mengutip beberapa tips, agar terhindar dari sifat kemunafikan. Mudah-mudahan kami dan kita semua bisa senantiasa mengamalkannya

  • Bersegera melaksanakan shalat jika waktunya telah tiba dan berusaha mendapatkan takbiratul ihram imam shalat jamaah di masjid. Hal ini mengingat hadits Anas bin Malikradhiyallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Siapa yang menunaikan shalat berjama’ah selama 40 dengan memperoleh takbiratul ihram imam, maka ia akan ditetapkan terbebas dari dua hal, yakni terbebas dari neraka dan terbebas dari kenifakan” (HR At-Tirmidzi).
  • Berakhlak baik dan memperdalam agama. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallambersabda, “Ada dua sifat yang tidak akan pernah tergabung dalam hati orang munafik: perilaku luhur dan pemahaman dalam agama” (HR At-Tirmidzi).
  • Bersedekah. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sedekah merupakan bukti” (HR Muslim). Bukti di sini maksudnya bukti akan keimanan. Oleh karena itu, orang munafik tidak suka bersedekah karena tidak adanya iman yang mendasarinya.
  • Menghidupkan shalat malam. Adalah Qatadah pernah berkata, “Orang munafik itu sedikit sekali shalat malam.” Hal tersebut karena orang munafik hanya akan semangat beramal jika ada orang yang menyaksikannya. Jika tidak ada, maka motifasi untuk beramal shalih pun tiada. Maka jika ada seorang hamba mendirikan shalat malam, maka itu menjadi bukti bahwa dalam dirinya tidak ada sifat nifak dan menjadi bukti keimanannya yang benar.
  • Memperbanyak zikir, Ka’b menyatakan, “Orang yang memperbanyak zikir, akan terlepas dari sifat nifak.” Sedangkan Ibnul Qayyim menulis, “Sejatinya banyak zikir merupakan jalan aman dari kemunafikan. Sebab, orang-orang munafik sedikit berzikir. Allah berfirman tentang orang-orang munafik, ‘Dan mereka tidak berzikir kecuali sedikit.’ (QS: 3: 142)”
  • Berdoa, Hal ini sebagaimana riwayat dari Abu Ad-Darda’ di atas.
  • Mencintai sahabat anshar. Baginda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda,“Tanda keimanan ialah mencintai kaum anshar, sedangkan tanda kemunafikan adalah membenci kaum anshar” (HR Al- Bukhari dan Muslim.
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s