Berbagi Ilmu

Penentram Hati (Perjalanan ke Rumah Qur’an Jilid 2)

Bismillahirrahmanirrahim…

InsyaAllah ini catatan kedua sekaligus terakhir, dari perjalanan kami ke rumah Qur’an Utrujah di Samarinda. Mudah-mudahan catatan ini bisa menjadi pelecut semangat sekaligus penentram bagi hati kami, agar kami senantiasa istiqomah belajar dan membagi ilmu. Catatan ini juga insyaAllah menjadi sarana bagi kami agar terus mampu mengikat dan menyebarkan ilmu ini kepada siapa saja. InsyaAllah..

Alhamdulillah, atas izin Allah kami dipertemukan dengan Ustadzah Ngarofatusshofiah, Lc di hari kedua. Beliau, yang dengan penuh semangat menjumpai kami di Samarinda, setelah melalui perjalanan yang tidak singkat, dari Tenggarong ke Samarinda.

Setelah hari pertama kami mendapat gugahan semangat dan materi tentang tahfidz, Alhamdulillah di hari kedua, kami mendapat ilmu tentang tahsin bersanad. Namun sebelum membahas tentang sanad, Ustadzah Shofi, begitu biasa beliau dipanggil, menekankan kembali tentang hukum-hukum tahsin atau tajwid.

Tajwid berarti :

  • Membaguskan atau membuat jadi bagus
  • Sesuatu yang mendatangkan kebaikan atau kebagusan
  • Membaguskan atau memperbaiki bacaan Al Qur’an

Dan menurut istilah, tajwid berarti mengeluarkan setiap huruf dari tempat keluarnya masing-masing sesuai dengan hak mustahaknya

Nah, apakah itu hak huruf?

Hak huruf adalah sifat asli yang senantiasa ada pada setiap huruf dan tempat-tempat keluarnya huruf. Sedangkan mustahak huruf adalah sifat-sifat yang sewaktu-waktu timbul oleh sebab-sebab tertentu. Contohnya : pada hukum bacaan ikhfa, izhar, iqlab dan lain sebagainya.

Ustadzah Shofi juga menjelaskan kepada kami tentang hukum-hukum tajwid seperti tafkhim dan tarqiq, Mad dan waqaf. Namun, secara ringkasnya, dalam hukum tajwid, ada beberapa istilah yang harus diketahui, yakni :

  • Makharijul huruf
  • Sifatul huruf
  • Ahkamul huruf, yaitu hubungan huruf bertemu huruf
  • Ahkamul maddi, yaitu hukum panjang pendeknya bacaan
  • Ahkamul waqaf wal ibtida, yaitu hukum wakaf
  • Al Had, yaitu tulisan

Dalam mempelajari ilmu tajwid, ada dalil shahih tentang diwajibkannya seorang hamba membaca Al Qur’an dengan ilmu tajwid.

  1. Surah Al Muzzammil ayat 4
  2. Hadist dari Ummu Salamah ra, yang menunjukkan bahwa orang yang membaca Al Qur’an harus mengetahui ilmu tajwid
  3. Hadits “Bacalah Al Qur’an dengan cara dan suara orang Arab yang fasih”
  4. Syekh Syamsuddin Muhammad Al Jazari mengatakan dalam syairnya “Membaca Al Qur’an dengan tajwid hukumnya wajib. Siapa yang membaca Al Qur’an padahal telah belajar tajwid namun tidak dibaca dengan tajwid, hukumnya dosa”
  5. Mempelajari tajwid hukumnya fardhu kifayah, namun mengamalkannya hukumnya fardhu’ain

Tujuan mempelajari tahsin atau tajwid adalah untuk menjaga lidah atau lisan dari kesalahan ketika membaca Al Qur’an.

Kesalahan-kesalahan ketika membaca Al Qur’an

  1. Kesalahan yang terlihat dengan jelas baik di kalangan awam maupun para ahli tajwid, contoh : perubahan bunyi huruf dengan huruf lain, perubahan harokat dengan harokat lain, memanjangkan huruf pendek/sebaliknya dan mentasydidkan huruf yang tidak seharusnya/sebaliknya
  2. Kesalahan ringan yang tidak diketahui secara umum, kecuali para ahli tajwid. Contoh hukum baca Al Qur’an, tidak menerapkan gunnah.

Faedah tahsin/tajwid

  1. Refleksi keimanan seorang muslim terhadap Al-Qur’an
  2. Mencapai kualitas yang terbaik dalam membaca Al-Qur’an
  3. Mengikuti jejak Rasulullah SAW yang telah mengajar Al Qur’an
  4. Terhindar dari kesalahan membaca Al-Qur’an
  5. Mencapai kebahagiaan dunia dan akhirat

Keutamaan Al-Qur’an

  1. Mendapat syafa’at di hari kiamat
  2. Mendapat derajat yang tinggi
  3. Merupakan ciri keimanan seseorang
  4. Mendapat kebaikan

Tingkatan membaca Al-Qur’an

  1. At-Tahqiqu, yaitu bacaan yang sangat lambat yang lazim digunakan untuk mengajar Al-Qur’an dengan sempurna
  2. At-Tarqilu, yaitu bacaan lambat dengan ilmu tajwid dan mentadabburinya
  3. At-Tadwiru, yaitu bacaan yang tidak terlalu cepat dan tidak terlalu lambat atau sedang
  4. Al Hadaru, yaitu bacaan yang dilakukan dengan cepat namun tetap memperhatikan tajwid

Dasar-dasar tahsin

  1. Kesalahan umum pertama, tidak konsisten membaca panjang pendek bacaan. Solusi untuk kesalahan ini adalah menggunakan hitungan atau ketukan untuk menentukan seberapa panjang bacaan tersebut
  2. Kesalahan umum kedua, tidak seimbang dalam membaca gunnah. Tidak jauh berbeda dengan solusi kesalahan umum pertama, yaitu dengan menggunakan ketukan untuk menahan dengungnya
  3. Kesalahan umum ketiga, pengucapan vokal yang tidak sempurna. Hal ini disebabkan karena tidak menyadari pentingnya pengucapan vokal. Hal ini dapat diatasi dengan menyesuaikan tempat-tempat keluarnya huruf
  4. Kesalahan umum keempat, memantul huruf sukun selain qalqalah

Alhamdulillah, selesai sudah kami memahami tentang ilmu tajwid/tahsin. Berikutnya, ustadzah Shofi menjelaskan kepada kami tentang membaca Al-Qur’an dengan tajwid dan tahsin bersanad. Sebelumnya, beliau menjelaskan pada kami tentang apa itu sanad.

Sanad adalah silsilah atau rantai yang menyambungkan kita dengan orang-orang sebelum kita. Sedangkan menurut bahasa, sanad adalah sesuatu yang terkait kepada sesuatu yang lain.

Menurut istilah, sanad adalah bersambungnya ikatan batin kita, bersambungnya ikatan perkenalan kita dengan orang lain, bersambungnya ilmu dan pengetahuan yang kita miliki dengan guru-guru kita terdahulu sampai kepada Rasulullah SAW.

Sehingga dapat diterjemahkan dengan lebih sederhana, belajar tahsin dan tajwid bersanad berarti belajar tahsin dengan orang-orang yang telah belajar Al-Qur’an dari guru-guru, yang ketika disambungkan urutannya, maka akan bermuara kepada Rasulullah SAW. Sehingga, belajar tahsin sanad, berarti belajar membaca Al-Qur’an sebagaimana yang diajarkan oleh Rasulullah SAW. Karena itu, Ustadzah Shofi menyampaikan bahwa belajar dengan guru ber-sanad atau guru yang memiliki sanad, itu lebih utama.

Pada kesempatan itu, ustadzah Shofi juga sempat memperlihatkan kepada kami, semacam ijazah yang dimiliki oleh para guru sanad, termasuk beliau sendiri. Kami diperlihatkan ijazah milik ustadzah Rosikho, Lc. Di dalam ijazah tersebut tertulis nama guru ustadzah Rosikho, sampai ke guru-guru sebelumnya, hingga ke Rasulullah SAW.

InsyaAllah kami saat ini sedang bersemangat untuk terus belajar tahsin, hingga kami akhirnya bisa belajar tahsin bersanad pula. Dan Alhamdulillah, kami juga bertekad untuk bisa menghafal Al-Qur’an bersama, insyaAllah. Mohon doa dari teman-teman semua, semoga niat kami bisa tercapai. Dan kami juga ingin menyemangati teman-teman semua, khususnya para muslimah, agar terus bersemangat untuk mempelajari Al-Qur’an. Apalagi, setelah kita semua mengetahui betapa banyak faedah yang akan didapatkan jika kita mempelajari Al-Qur’an.

InsyaAllah, kami sudah membuka program tahsin Al-Qur’an untuk muslimah di bulan Maret 2016 nanti. Pendaftarannya sudah dibuka, dan teman-teman semua tentu boleh mendaftar. Selama kita masih diberi nikmat kesehatan dan kesempatan, mari kita terus berusaha untuk belajar dan menepikan rasa malu kita. Kadangkala, rasa malu dan enggan itulah yang menjadikan segalanya terasa berat. InsyaAllah, banyak yang memulai dari dasar, namun dengan kegigihan, akhirnya mampu menguasai ilmu tahsin.

Sebelum catatan ini ditutup, ada beberapa tips dan trik yang disampaikan oleh ustadzah Shofi, Lc dalam belajar Al Qur’an.

Tips dan Trik belajar Al-Qur’an

  1. Tidak terburu-buru dan tidak menunda-nunda
  2. Membaca/menghafal bukan untuk khatam, tetapi untuk dakwah dan supaya tidak jauh dari pedoman
  3. Mempelajari Al-Qur’an sesuap demi sesuap
  4. Senang dirindukan ayat

Alhamdulillah, catatan ini telah selesai dirangkum. Sesungguhnya catatan ini diperuntukkan untuk diri kami, agar kami senantiasa mengingat niat dan semangat kami untuk senantiasa belajar dan memperbaiki dari. Alhamdulillah, jika catatan ini pun bisa bermanfaat untuk orang lain. Sungguh, persahabatan yang paling sejati adalah persahabatan yang tidak hanya di dunia, namun juga sampai hingga ke Syurga.

Penulis tentu memiliki banyak kekurangan dalam merangkum semua catatan ini, termasuk penggunaan bahasa dan kalimat yang tentu tidak sebaik jika antuna semua mendengarkan langsung. Tetapi, ini adalah bagian dari ikhtiar kami, agar catatan-catatan kami tidak hanya tertumpuk di diri kami ataupun di catatan-catatan pribadi kami. Namun, dapat juga terbagi manfaatnya untuk orang banyak.

InsyaAllah, jika ada kesempatan, kami juga akan berusaha mengumpulkan catatan kami yang lain, agar teman-teman juga bisa mendapatkan manfaatnya.

Segala kebenaran dan kebaikan datangnya dari Allah, dan segala kekhilafan datangnya dari pribadi penulis. Semoga berkenan memaafkan.

Sampai jumpa di ikatan ilmu berikutnya, insyaAllah

 

Iklan

7 thoughts on “Penentram Hati (Perjalanan ke Rumah Qur’an Jilid 2)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s